Perayaan Isra' Mi'raj
(Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah)
Tidak diragukan lagi bahwsanya isra' dan mi'raj adalah salah satu tanda kebesaran Allah yang sangat agung yang menunjukkan kebenaran status Rasul-Nya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan ia juga menunjukkan betapa besar kedudukan beliau di sisi Allah 'azza wa jalla. Dan ia juga merupakan salah satu petunjuk kehebatan kekuasaan Allah yang luar biasa. Peristiwa itu juga menunjukkan ketinggian Allah Yang Maha Suci di atas seluruh makhluk-Nya. Allah ta'ala berfirman yang artinya,"Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari masjidil haram menuju masjidil aqsha yang Kami berkahi sekitarnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebgian dari tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." Dan terdapat berita yang mencapai derajat mutawatir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengisahkan bahwasanya beliau pernah diangkat ke langit dan pintu-pintu langit pun dibukakan untuk beliau sehingga beliau bisa mencapai langit ketujuh kemudian Rabbnya Yang Maha Suci berbicara kepadanya sebagaimana yang dikehendaki-Nya dan kemudian kepada beliau diwajibkan shalat lima waktu …..
Tentang malam terjadinya isra' dan mi'raj tersebut tidak ada riwayat dalam hadits-hadits sahih yang menjelaskan penentuan tanggalnya ….Allah menyimpan hikmah yang sangat agung dengan membuat manusia lupa kapan tepatnya terjadinya peristiwa itu. Dan kalaupun senadainya memang terdapat riwayat yang sah tentang penyebutan tanggalnya maka kaum muslimin tidak boleh mengkhususkannya untuk melakukan amal ibadat tertentu. Dan mereka tidaklah diperbolehkan mengadakan perayaan untuk itu karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu'anhum tidak pernah merayakannya dan tidak pula melakukan amalan khusus pada waktu tersebut. Kalaulah seandainya merayakannya merupakan suatu perkara yang disyariatkan niscaya Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam sudah menerangkannya kepada umat ini, entah melalui ucapan, maupun melalui perbuatan. Dan seandainya perayaan seperti itu pernah terjadi tentulah akan diketahui dan populer, dan para sahabat radhiyallahu'anhu tentu saja akan memberitakannya kepada kita. karena mereka telah memberitakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh umat ini dari beliau shallallahu 'alaihi wa sallam dan mereka tidak akan meremehkan sedikitpun ajaran agama ini. Bahkan mereka adalah orang-orang yang paling terdepan untuk mengerjakan segala kebaikan. Seandainya merayakan malam ini (isra' mi'raj) adalah disyariatkan niscaya mereka adalah kaum yang paling dahulu untuk mengerjakannya. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling bersemangat menasihati umat manusia. Dan beliau pun telah menyampaikan risalah dengan sebaik-baiknya. Beliau telah menunaikan amanat dengan baik. Kalaulah seandainya mengagungkan malam ini serta mengadakan perayaan malam tersebut termasuk bagian ajaran Islam maka niscaya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak akan melalaikannya dan tidak akan menyembunyikannya. Tatkala kemungkinan itu semua tidak ada satupun yang terwujud maka diketahui bahwasanya merayakan malam itu dan mengagungkannya sama sekali bukan termasuk ajaran Islam.
Sumber : Risalah Tahdzir minal bida' karya Syaikh Bin Baz
diterjemahkan dari artikel situs islamic-ef.org [Ari Wahyudi]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar