Musibah melanda

Musibah melanda

Pagi itu bumi berguncang
Membuat hati berdebar dan tubuh gemetaran
Tanah bergerak setelah sebelumnya tenang
Genting-genting dan atap berjatuhan
Tembok retak dan runtuh berhamburan

Gempa bumi melanda bumi Jogjakarta
Ribuan nyawa menemui ajalnya
Memang, apabila telah datang saatnya
Ajal itu tak bisa diajukan ataupun diundurkan
Sedetik atau dua detik, sehari atau dua hari

Semuanya sudah ditulis dan semuanya sudah ditetapkan
Tidak ada percepatan ajal
Allah tidak kejam dan Allah tidak berbuat aniaya
Akan tetapi Allah Maha adil lagi Maha bijaksana
Allah lebih penyayang kepada hamba-hamba-Nya
Daripada kasih sayang ibunda kepada buah hatinya
Bagaimana mungkin Allah yang Maha penyayang
Tega menganiaya hamba-hamba-Nya ?

Saudaraku, ada hikmah agung di balik ini semua
Agar kita ingat dan sadar tentang dosa dan kesalahan kita
Yang selama ini kita geluti dan tekuni
Dari sejak kita baligh hingga dewasa atau tua renta
Berapa banyak dosa kita, sudahkah kita bertaubat dari itu semua ?

Saudaraku, pagi itu bumi bergoncang
Namun ingatlah, goncangan itu masih belum ada apa-apanya
Apabila dibandingkan dengan kegoncangan hari kiamat
Hari dimana seorang ibu yang menyusui
sudah tidak peduli lagi dengan bayi susuannya
Hari dimana orang-orang berdiri sempoyongan
Bukan karena mabuk, namun karena kedahsyatan guncangannya

Menangislah karena musibah yang menimpamu
Dan menangislah lebih keras lagi apabila ternyata selama ini
Masa hidupmu telah kau sia-siakan
Dengan berbuat dosa dan kemaksiatan
Dengan bertabur syirik dan kebid’ahan

Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami
Tiada sesembahan yang hak selain Engkau
Engkaulah tempat bergantung
Karuniakanlah kepada kami taubatan nasuha
Sebelum bencana yang sebenarnya mencegat amal shalih
Dan pada hari itu umat manusia sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa

Saudaraku, mumpung Allah masih memberikan kesempatan bagimu
Untuk menghirup udara kehidupan
Masih bisa untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat Al Qur’an
Masih bisa untuk menyimak hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Rubahlah cara hidupmu
Kalau dulu engkau akrab dengan musik dan nasyid
maka kini nikmatilah segarnya siraman ayat Al Qur’an
Kalau dulu engkau terjerat dalam fanatisme partai dan golongan
maka kini merdekakanlah dirimu
Kalau dulu engkau bermandikan lumpur dosa
maka kini siramlah tubuhmu dengan curahan pahala
Dan mohonlah ampunan dariNya
Ya Allah berikanlah pahala
Atas musibah yang menimpa umat Islam Jogjakarta

0 komentar:

Posting Komentar